Hari ini gak jadi kuliah Inovasi Pendidikan, karena pak Danny lagi ke Beijing, trus pak Cece masuk juga cuman sebentar, karena ada kuliah umum bersama pak Mohammad Hatta (Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Thailand). Temanya "Peran Diplomasi Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia". Kalau udh bicara tentang kualitas pendidikan, sepertinya asyik untuk didengar. Sebenarnya gimana sih kualitas pendidikan kita? Apa emang kualitas pendidikan kita jelek? Apa bedanya pendidikan kita ama negara ASEAN lainnya khususnya Thailand? Nah, berikut ini ada beberapa cuplikan kuliah dari beliau. Mari....
Sebelum kuliah umumnya dimulai, ada pembukaan yang disampaikan oleh bapak Rektor UPI. Menurut saya ada hal menarik dari ucapan beliau yaitu: "Secara individual bangsa Indonesia itu adalah orang yang tangguh, pintar dan berdaya saing, namun apabila kita liat bangsa Indonesia secara kolektif, maka hal ini masih sangat jauh." Dan juga pada 20 - 30 tahun yang lalu, Jakarta itu jauh lebih maju dibandingkan Beijing, namun kalau diliat sekarang kita seperti tertinggal 20 - 30 tahun.
Sebelum menjadi Dubes RI untuk Thailand, Bapak Mohammad Hatta adalah seorang anggota DPR RI dari Partai Golkar selama 5 periode di Komisi I yang menangani masalah politik dan luar negeri. Jadi beliau menjadi Dubes bukan dari jalur Deplu.
Menurut beliau untuk memajukan pendidikan di Indonesia ada 5 hal yang harus diperhatikan yaitu:
Masalah lainnya adalah kita kurang bisa melihat peluang yang ada. Jika kita bisa dengan cerdas, arif melihat peluang dan bisa mengikuti perkembangan IPTEK, maka kita akan menjadi bangsa yang beruntung.
Nah, ini inti dari kuliah umum yang diberikan bapak Mohammad Hatta. Yang menjadi PR kita adalah mengapa Thailand yang penduduknya hanya 65 juta orang dan hanya memiliki 100 Perguruan Tinggi dalam beberapa hal jauh menggungguli kita (seperti dalam bidang pertanian, perindustrian, bioteknologi pertanian, pariwisata, kesehatan dan sosial politik) yang berpenduduk lebih dari 200 juta orang dan memiliki lebih dari 3000 Perguruan Tinggi......
Sebelum menjadi Dubes RI untuk Thailand, Bapak Mohammad Hatta adalah seorang anggota DPR RI dari Partai Golkar selama 5 periode di Komisi I yang menangani masalah politik dan luar negeri. Jadi beliau menjadi Dubes bukan dari jalur Deplu.
Menurut beliau untuk memajukan pendidikan di Indonesia ada 5 hal yang harus diperhatikan yaitu:
- Hubungan pendidikan dengan pembentukan watak, atau yang kita kenal dengan character building
- Pendidikan dengan lapangan kerja
- Pendidikan dengan hasil penelitian
- Membangun masyarakat berpengetahuan atau knowledge society yang kita mulai dari meningkatkan basis pengetahuan masyarakat
- Membangun budaya inovasi, the culture of innovation yang sangat diperlukan agar negara kita benar-benar menjadi negara maju.
Masalah lainnya adalah kita kurang bisa melihat peluang yang ada. Jika kita bisa dengan cerdas, arif melihat peluang dan bisa mengikuti perkembangan IPTEK, maka kita akan menjadi bangsa yang beruntung.
Nah, ini inti dari kuliah umum yang diberikan bapak Mohammad Hatta. Yang menjadi PR kita adalah mengapa Thailand yang penduduknya hanya 65 juta orang dan hanya memiliki 100 Perguruan Tinggi dalam beberapa hal jauh menggungguli kita (seperti dalam bidang pertanian, perindustrian, bioteknologi pertanian, pariwisata, kesehatan dan sosial politik) yang berpenduduk lebih dari 200 juta orang dan memiliki lebih dari 3000 Perguruan Tinggi......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar